Lagu Lama Dalam Pemasaran

Dalam sebuah diskusi bersama Tim @kunikitaofficial, sebuah perusahaan makanan kekinian dalam kemasan, Saya sedang merancang sebuah brand dengan nama : My Cuan. Kategori produknya di Baso Aci dan Cuanki. Jenis makanan pedas gurih yang disukai mbak mbak dan ibu ibu, terutama saat lapar nanggung di malam hari. Ya, momen momen saat nonton netflix itu.

Salah satu pembahasan seru, berlangsung antara Saya dengan Pak Oky Prasetya, yang banyak berperan dalam proses pemasaran My Cuan. Saya adalah tipikal pemburu, lincah dan gesit dalam menggaet konsumen-konsumen baru. Pak Oky adalah tipikal peternak, tekun dan telaten merawat konsumen yang sudah ada.

Awalnya, Saya berpikir, bahwa posisi Kami setara.

Ya iyalah, Saya kan yang merancang bagaimana cara nyari prospek, dan membawanya jadi konsumen.

Pak Oky kan tinggal ngingetin konsumen yang sudah beli buat beli lagi dan beli terus.

Tapi…

Data dan angka jadi sebuah fakta yang terpampang nyata.

Kontribusi Pak Oky pada total omzet penjualan ternyata lebih dari 80%

Itu artinya lebih dari 4 x lipat dari kontribusi settingan Saya sebagai pemburu.

Yap! Itu faktanya.

Saya kudu salim sungkem dengan Pak Oky.

Karena saat Tim Pak Oky bekerja optimal, 80% pencapaian perusahaan dari target yang ditentukan, aman.

Jadi malu banget pastinya Saya. Yang selama ini sok kepedean.

Katanya bahwa konsumen konsumen baru yang Saya bawa, adalah penentu denyut dari My Cuan.

Nyatanya, repeat customer, yang beli lagi dan beli terus, adalah kontribusi penyangga.

Memahami fakta ini, apa yang kemudian perlu dilakukan?

Dikutip dari IG @alfafaizal / www.instagram.com/alfafaizal

Cek ulang,

Lakukan review,

Program-program pemasaran yang dilakukan, apakah lebih banyak model mencari baru, dan teramat minim model merawat kuat yang sudah ada?

Jangan terkecoh. Itu pesan Saya pada diri sendiri. Lagu lama itu bernama : konsumen aktual. Yang saat ini sudah beli, beli lagi, dan beli terus.

Konsumen yang ada saat ini.
Merekalah yang perlu Kita rawat dengan kuat, karena merekalah yang menjaga perusahaan Kita tetap berjalan dan beroperasi.

Pertumbuhannya darimana? Konsumen baru datang darimana? Jika Kita terlalu fokus pada konsumen yang ada saat ini?

Tenang aja, konsumen yang tepat, akan membawa dan menular pada orang orang sejenis.

Sayangi Konsumenmu. Rasa Sayang Balik Dari Mereka, Sangat Bagus Untuk Kesehatan Usahamu.

Salam Pertumbuhan!

Ditulis Oleh :

Faizal Alfa

Pengajar Di Argia Academy

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x