Live Shopping TikTok Shop: Cara UMKM Kota Batu Mengubah Perhatian Menjadi Peluang Penjualan

Live Shopping TikTok Shop

Live Shopping TikTok Shop: Cara UMKM Kota Batu Mengubah Perhatian Menjadi Peluang Penjualan

Live Shopping TikTok Shop: Cara UMKM Kota Batu Mengubah Perhatian Menjadi Peluang Penjualan 

Live Shopping TikTok Shop

Kota Batu, 24 September 2026 — Perubahan perilaku konsumen di era digital membuat pelaku UMKM perlu memahami cara baru dalam memperkenalkan dan menjual produk.

Salah satu kanal yang berkembang adalah live shopping, yaitu aktivitas pemasaran melalui siaran langsung yang memungkinkan pelaku usaha memperkenalkan produk, berinteraksi dengan audiens, menjawab pertanyaan, hingga mengarahkan calon pelanggan menuju transaksi.

Topik tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Onboarding SAPA UMKM & Pro Kesra Produktif 365 UP Berdaya Kota Batu dengan tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak.”

Dalam kegiatan yang berlangsung di PLUT KUMKM Kota Batu tersebut, Kurniawan Subiantoro dari Argia Academy hadir sebagai pembicara dengan materi Live Shopping melalui TikTok Shop.

Kehadiran Kurniawan membawa perspektif digital marketing yang dekat dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan social commerce. Live shopping dipahami sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk menarik perhatian, membangun interaksi, memahami kebutuhan audiens, dan menciptakan peluang penjualan.

Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku UMKM di Kota Batu

Kegiatan Onboarding SAPA UMKM dan Pro Kesra Produktif 365 UP Berdaya Kota Batu memperlihatkan keterlibatan pemerintah, pendamping UMKM, dan pelaku usaha dalam pengembangan kapasitas serta akses pasar UMKM.

Kegiatan di PLUT KUMKM Kota Batu tersebut dibuka oleh Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H. Ia berdialog langsung dengan pelaku UMKM untuk mendengarkan pengalaman, kebutuhan, dan kendala dalam mengembangkan usaha. Isu yang muncul antara lain pendampingan, pemasaran produk, perluasan pasar, serta akses permodalan.

Dari pemerintah pusat, Slamet Santoso, Asisten Deputi Pengembangan Usaha Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, menjelaskan bahwa SAPA UMKM dirancang sebagai ekosistem pendukung usaha. Fasilitas yang dibahas mencakup pencatatan penjualan, pemanfaatan QRIS, serta akses terhadap berbagai program pemerintah dan pembiayaan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, penguatan kapasitas UMKM juga dilakukan melalui pembelajaran pemasaran digital. Kurniawan Subiantoro dari Argia Academy mengambil bagian melalui materi Live Shopping melalui TikTok Shop.

Dengan demikian, kegiatan ini mempertemukan beberapa kebutuhan UMKM dalam satu ekosistem: dukungan kebijakan, pendampingan usaha, digitalisasi, pengelolaan bisnis, dan pemasaran digital.

Dari Produk Bagus ke Perhatian Konsumen: Strategi UMKM Menarik Audiens di TikTok 

Salah satu tantangan UMKM di era digital adalah bagaimana membuat produk ditemukan oleh calon pelanggan.

Produk yang berkualitas tetap membutuhkan strategi komunikasi agar manfaatnya dapat diketahui oleh audiens yang tepat.

Dalam konteks TikTok, Kurniawan memberikan sebuah perspektif menarik:

“Orang buka TikTok itu bukan buat beli. Mereka lagi pengen hiburan.”

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pelaku UMKM perlu memahami konteks ketika membangun komunikasi di TikTok.

Audiens dapat datang untuk menikmati video, mengikuti tren, mencari hiburan, atau menemukan sesuatu yang menarik. Produk kemudian hadir di tengah pengalaman tersebut.

Karena itu, konten menjadi pintu masuk sebelum transaksi terjadi.

UMKM perlu menciptakan konten yang mampu membuat audiens berhenti scrolling, merasa relevan, kemudian tertarik mengenal produk lebih jauh.

Inilah yang dapat disebut sebagai perjalanan “dari FYP jadi cuan”.

Fokusnya bukan sekadar mengejar viralitas, melainkan bagaimana perhatian dapat diteruskan menjadi interaksi, kepercayaan, dan peluang transaksi.

Live Shopping Bukan Sekadar Menyalakan Kamera

Menurut materi Kurniawan, live shopping perlu dipahami sebagai bagian dari strategi pemasaran yang lebih luas.

Sebelum live, bisnis perlu membangun perhatian.

Saat live, bisnis perlu membangun interaksi dan memberikan informasi.

Setelah live, peluang yang muncul perlu ditindaklanjuti.

Kemudian seluruh proses perlu dievaluasi.

Kerangka sederhananya dapat digambarkan sebagai:

Pre-Live → Live → Follow-Up → Evaluation

Pada tahap Pre-Live, konten digunakan untuk membangun awareness dan memberikan alasan bagi audiens untuk mengikuti sesi live.

Saat Live, seller dapat menjelaskan produk, menunjukkan penggunaannya, menjawab pertanyaan, mengeksplorasi kebutuhan audiens, membangun interaksi, dan mengarahkan call-to-action secara natural.

Tahap Follow-Up digunakan untuk mengelola calon pelanggan yang sudah menunjukkan ketertarikan.

Sementara Evaluation membantu bisnis melihat performa konten, interaksi, respons audiens, dan produk yang mendapatkan perhatian.

Dengan pendekatan tersebut, live shopping menjadi bagian dari marketing system, bukan aktivitas yang berdiri sendiri.

Data Menunjukkan Live Shopping dan Video Pendek Terus Berkembang

Perkembangan live shopping juga terlihat dari data yang dikutip Fortune Indonesia dari Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia.

Pada kuartal I 2026, jumlah sesi LIVE meningkat 39% secara year-on-year dan pesanan yang berasal dari LIVE meningkat 59%. Pada periode yang sama, jumlah video pendek meningkat 79%, sementara pesanan yang didorong video pendek meningkat 135%.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa video pendek dan live shopping semakin terintegrasi dengan perjalanan belanja digital.

Namun, setiap konten tetap membutuhkan strategi. Bagi UMKM, pertanyaan pentingnya bukan hanya berapa banyak views yang diperoleh, melainkan apakah perhatian tersebut membawa audiens menuju tahap berikutnya.

AI Membantu UMKM Menyiapkan Konten

Selain live shopping, Artificial Intelligence atau AI juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi pemasaran.

AI dapat membantu mencari ide konten, melakukan brainstorming angle komunikasi, membuat variasi headline, menyusun script live, membuat FAQ, menyiapkan variasi CTA, merangkum feedback pelanggan, hingga membantu menganalisis performa konten.

Namun, AI tetap membutuhkan manusia yang memahami bisnis dan audiens.

Pelaku UMKM perlu menentukan target audiens, masalah yang ingin diselesaikan, value produk, pesan komunikasi, dan karakter brand.

Dengan demikian, AI dapat menjadi partner berpikir dan bekerja, sementara arah strategi tetap ditentukan berdasarkan konteks bisnis.

Pendekatan ini sejalan dengan perspektif Argia Academy bahwa AI perlu dipelajari sebagai bagian dari workflow, bukan sekadar kumpulan tools.

Argia Academy Membawa Edukasi Digital Marketing ke UMKM

Kehadiran Kurniawan Subiantoro dari Argia Academy dalam Onboarding SAPA UMKM Kota Batu menjadi bagian dari kontribusi edukasi digital marketing bagi pelaku usaha.

Kurniawan Subiantoro dikenal sebagai Founder Argia Academy dan digital marketing trainer yang telah berkecimpung di bidang digital sejak 2008. Melalui Argia Academy, pembelajaran digital marketing diarahkan pada pemahaman strategi sekaligus praktik.

Dalam konteks UMKM, kemampuan digital marketing mencakup lebih dari sekadar kemampuan menggunakan platform.

Pelaku usaha perlu memahami bagaimana pelanggan menemukan produk, bagaimana perhatian dibangun, bagaimana konten menciptakan interaksi, dan bagaimana aktivitas pemasaran dievaluasi.

Dari FYP Jadi Cuan: Konten Bertemu Strategi

Kehadiran Kurniawan Subiantoro dalam Onboarding SAPA UMKM & Pro Kesra Produktif 365 UP Berdaya Kota Batu memberikan perspektif tentang perubahan cara UMKM membangun pemasaran di era social commerce.

Konsumen dapat datang ke TikTok untuk mencari hiburan.

Kemudian mereka menemukan konten.

Konten menarik perhatian.

Rasa ingin tahu muncul.

Produk mulai dikenal.

Live shopping membuka ruang interaksi.

AI membantu mempercepat proses kerja.

Data membantu melakukan evaluasi.

Pada akhirnya, seluruh aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen menuju transaksi.

Itulah makna yang lebih luas dari “dari FYP jadi cuan.”

Bagi UMKM, tantangannya adalah bagaimana mengubah perhatian menjadi hubungan, hubungan menjadi kepercayaan, dan kepercayaan menjadi peluang bisnis.

TikTok memberi perhatian.
Konten membuka percakapan.
Live shopping membangun interaksi.
AI membantu mempercepat proses.
Strategi menghubungkan semuanya dengan tujuan bisnis.

Melalui edukasi digital marketing, Argia Academy terus mendorong pelaku usaha untuk memahami teknologi sekaligus cara menggunakannya dalam membangun strategi bisnis yang lebih terarah.

Argia Academy — Education for Digital Growth.

PROGRAM KELAS PRAKTIK

Optimalkan Penjualan Bisnis Anda Melalui Live Shopping & Pemasaran Digital

Ingin tim pemasaran atau komunitas UMKM Anda menguasai strategi siaran langsung di TikTok Shop, pembuatan konten pra-siaran, hingga otomasi penjualan berbasis AI bersama praktisi bersertifikasi? Konsultasikan kebutuhan workshop dan pendampingan bisnis Anda bersama tim ahli Argia Academy.

Kurikulum Praktik Materi terapan siaran langsung & tools AI
Trainer Berpengalaman Bimbingan instruktur profesional sejak 2008
In-House & Komunitas Modul disesuaikan dengan kebutuhan pasar

Pertanyaan Seputar Live Shopping TikTok Shop UMKM Kota Batu (FAQ)

Apa keunggulan utama strategi Live Shopping TikTok Shop bagi pelaku UMKM?

Penerapan Live Shopping TikTok Shop memungkinkan pelaku usaha berinteraksi langsung secara tatap muka virtual dengan calon pembeli, mendemonstrasikan keaslian produk, menjawab keraguan konsumen secara instan, serta menyederhanakan proses pembelian dalam satu aplikasi.

Kapan dan di mana kegiatan pelatihan ini diselenggarakan?

Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 24 September 2026, bertempat di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kota Batu / Galeri Dekranasda Kota Batu, Jawa Timur.

Siapa saja narasumber dan instansi yang terlibat dalam kegiatan ini?

Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H., dihadiri Asdep Kemenko PM Slamet Santoso, serta menghadirkan narasumber Kurniawan Subiantoro selaku praktisi bersertifikasi BNSP dan Founder Argia Academy.

Bagaimana cara UMKM atau perusahaan mengadakan pelatihan serupa?

Instansi, asosiasi bisnis, atau pelaku usaha dapat menyelenggarakan program in-house training dan workshop digital marketing bersama Argia Academy dengan menghubungi staf pendaftaran melalui kontak WhatsApp resmi yang tersedia di website ini.

Scroll to Top