Contoh individual development plan banyak dicari oleh HR, manajer, maupun karyawan yang ingin memiliki arah pengembangan kompetensi yang lebih jelas. Dalam dunia kerja, pengembangan karyawan tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan sesekali. Dibutuhkan rencana yang terarah agar kemampuan yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan tujuan karier.
Tanpa perencanaan yang jelas, karyawan bisa mengikuti berbagai pelatihan tetapi belum tentu mengetahui kompetensi apa yang perlu ditingkatkan atau bagaimana mengukur perkembangannya. Di sinilah Individual Development Plan (IDP) dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk menyusun arah pengembangan individu secara lebih sistematis.
Melalui contoh IDP karyawan, perusahaan dapat melihat bagaimana tujuan pengembangan, kompetensi yang perlu ditingkatkan, aktivitas pembelajaran, hingga indikator keberhasilan dapat disusun dalam satu rencana. Bagi karyawan, IDP juga dapat menjadi panduan untuk memahami kemampuan yang perlu dikembangkan agar lebih siap menghadapi tanggung jawab pekerjaan maupun perkembangan karier.
Artikel ini membahas pengertian, manfaat, tujuan, langkah menyusun IDP karyawan, serta komponen Individual Development Plan agar HR, L&D, manajer, maupun karyawan dapat memahami prosesnya sebelum membuat rencana pengembangan yang lebih spesifik. Panduan contoh individual development plan ini dapat digunakan sebagai referensi awal bagi perusahaan yang ingin menyusun rencana pengembangan karyawan secara lebih terstruktur.

Table of Content
ToggleApa Itu Individual Development Plan?
Individual Development Plan adalah rencana pengembangan individu yang digunakan untuk membantu seseorang menentukan kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang perlu dikembangkan dalam periode tertentu.
Dalam praktiknya, IDP tidak hanya berisi daftar pelatihan yang harus diikuti. Rencana ini sebaiknya menghubungkan kondisi kompetensi saat ini dengan kemampuan yang ingin dicapai di masa mendatang.
Misalnya, seorang karyawan bekerja sebagai staf marketing dan ingin berkembang menjadi digital marketing specialist. Rencana pengembangannya dapat mencakup peningkatan kemampuan SEO, content marketing, social media marketing, analisis data, hingga penggunaan berbagai tools digital. OPM menjelaskan bahwa IDP berfungsi sebagai catatan aktivitas pengembangan profesional yang dipilih karyawan untuk memenuhi tujuan karier jangka pendek dan jangka panjang. Rencana tersebut dibuat melalui kesepakatan antara karyawan dan supervisor
Dengan begitu, format development plan tidak berhenti pada pertanyaan “pelatihan apa yang harus diikuti?”, tetapi juga mempertimbangkan beberapa hal seperti:
- Kompetensi apa yang sudah dimiliki?
- Kompetensi apa yang masih perlu ditingkatkan?
- Apa tujuan pengembangan yang ingin dicapai?
- Aktivitas pembelajaran apa yang paling relevan?
- Bagaimana perkembangan akan diukur?
- Kapan evaluasi dilakukan?
Pendekatan tersebut membuat IDP lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan individu maupun organisasi. Memahami contoh individual development plan juga membantu HR dan karyawan melihat bagaimana sebuah rencana pengembangan diterjemahkan menjadi target, aktivitas, timeline, dan indikator keberhasilan.
Manfaat IDP bagi Karyawan dan Perusahaan
Selain memberi arah pengembangan, manfaat IDP bagi karyawan dan perusahaan sebenarnya saling melengkapi satu sama lain. Pendekatan pengembangan individu semacam ini juga banyak dibahas oleh lembaga HR internasional seperti SHRM (Society for Human Resource Management) sebagai bagian dari praktik talent development yang efektif. Dengan menggunakan contoh individual development plan yang sesuai kebutuhan, perusahaan dapat memberikan arah pengembangan yang lebih relevan untuk setiap karyawan.
Manfaat bagi Karyawan
- Memiliki gambaran yang jelas tentang kompetensi yang perlu dikembangkan.
- Proses belajar menjadi lebih terarah karena ada tujuan dan indikator yang jelas.
- Membantu mempersiapkan diri untuk tanggung jawab atau jenjang karier berikutnya.
Manfaat bagi Perusahaan
- Program pengembangan lebih tepat sasaran karena disusun berdasarkan kebutuhan individu, bukan asumsi umum.
- Memudahkan HR dan manajer memantau progres kompetensi tim secara terukur.
- Mendukung perencanaan suksesi dan pemetaan talenta jangka panjang.
Mengapa IDP Penting dalam Pengembangan Karyawan?
Pengembangan kompetensi individu karyawan akan lebih mudah dilakukan ketika terdapat tujuan dan langkah yang jelas. IDP membantu mengubah kebutuhan pengembangan yang masih bersifat umum menjadi rencana yang lebih konkret.
Sebagai contoh, perusahaan mungkin mengetahui bahwa kemampuan digital marketing timnya perlu ditingkatkan. Namun, kebutuhan tersebut masih terlalu luas untuk langsung dijadikan program pengembangan. Karena setiap karyawan memiliki kebutuhan yang berbeda, contoh individual development plan sebaiknya dijadikan referensi, bukan aturan yang harus diterapkan sama untuk semua posisi.
Melalui proses penyusunan IDP karyawan, kebutuhan tersebut dapat dipecah menjadi kompetensi yang lebih spesifik, sehingga program pengembangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, bukan hanya menggunakan pendekatan pelatihan yang sama untuk semua karyawan.
Tujuan Individual Development Plan bagi Karyawan dan Perusahaan
Salah satu tujuan individual development plan adalah memberikan arah yang lebih jelas dalam proses pengembangan kompetensi. Karyawan dapat mengetahui kemampuan yang perlu ditingkatkan, sedangkan perusahaan dapat memahami bentuk dukungan yang dibutuhkan untuk membantu proses tersebut.
Beberapa tujuan utama IDP antara lain:
1. Menentukan Arah Pengembangan Kompetensi
IDP membantu karyawan menentukan kompetensi yang ingin dikembangkan berdasarkan pekerjaan saat ini maupun tujuan karier ke depan. Contohnya, karyawan yang ingin beralih dari posisi content writer menjadi content strategist dapat membuat rencana pengembangan yang mencakup kemampuan content planning, audience research, SEO, data analysis, dan strategic thinking.
2. Menghubungkan Pengembangan dengan Tujuan Karier
Pengembangan kemampuan sebaiknya memiliki hubungan dengan arah karier seseorang. Karena itu, IDP dapat digunakan untuk menyusun strategi pengembangan karier karyawan secara lebih terarah, sehingga karyawan memilih aktivitas pembelajaran yang benar-benar mendukung posisi atau tanggung jawab yang ingin dicapai.
3. Mengidentifikasi Kebutuhan Pengembangan
Setiap individu memiliki kebutuhan pengembangan yang berbeda. Dengan melakukan cara mengidentifikasi kebutuhan pengembangan secara sistematis, perusahaan dapat mengetahui kesenjangan antara kemampuan saat ini dan kompetensi yang dibutuhkan.
Misalnya, seorang staf finance mungkin sudah mahir dalam pencatatan laporan keuangan, tetapi masih perlu meningkatkan kemampuan analisis data dan penggunaan tools spreadsheet lanjutan. Informasi seperti ini menjadi dasar untuk menentukan apakah kebutuhan pengembangan lebih tepat dilakukan melalui pelatihan, mentoring, coaching, praktik langsung, atau project assignment.
4. Mendorong Pembelajaran yang Lebih Terarah
IDP membuat proses belajar memiliki tujuan yang lebih jelas. Karyawan dapat mengetahui mengapa sebuah kompetensi perlu dikembangkan dan bagaimana kompetensi tersebut akan digunakan dalam pekerjaan — penting terutama ketika perusahaan ingin membangun budaya belajar yang berorientasi pada penerapan, bukan sekadar penyelesaian pelatihan.
5. Mendukung Perencanaan Pengembangan Karier
Perencanaan pengembangan karier karyawan membutuhkan gambaran mengenai kemampuan yang sudah dimiliki dan kompetensi yang masih perlu dikembangkan. IDP dapat menjadi salah satu dokumen pendukung untuk mendiskusikan perkembangan tersebut antara karyawan dengan atasan atau tim HR.
Bagi perusahaan yang sedang melakukan transformasi digital, kebutuhan pengembangan dalam IDP juga bisa diarahkan pada kompetensi digital marketing, analisis data, atau penggunaan AI — misalnya melalui program pelatihan digital marketing dan AI dari Argia Academy yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Langkah Menyusun IDP Karyawan yang Efektif
Setelah memahami tujuan dan manfaat IDP, langkah berikutnya adalah cara menyusun rencana pengembangan yang dapat diterapkan secara nyata. Bagian ini menjadi inti dari contoh individual development plan yang bisa langsung dipraktikkan. Cara membuat IDP karyawan sebaiknya dimulai dari kondisi kompetensi saat ini, kemudian dilanjutkan dengan tujuan, aktivitas pengembangan, serta indikator keberhasilan. Agar lebih mudah diterapkan, contoh individual development plan dapat disusun secara bertahap mulai dari identifikasi kompetensi hingga evaluasi hasil pengembangan.
1. Identifikasi Kompetensi Saat Ini
Langkah pertama adalah memahami kemampuan yang sudah dimiliki karyawan. Evaluasi dapat dilakukan berdasarkan hasil kerja, feedback dari atasan, evaluasi kinerja, maupun kebutuhan pekerjaan. Tujuannya bukan sekadar mencari kekurangan, tetapi mengetahui posisi karyawan saat ini sehingga rencana pengembangan dapat dibuat secara realistis.
2. Tentukan Tujuan Pengembangan
Setelah mengetahui kompetensi saat ini, tentukan kemampuan yang ingin dicapai. Cara menentukan tujuan pengembangan akan lebih efektif jika tujuan dibuat spesifik dan dapat dievaluasi.
Contohnya: “Meningkatkan kemampuan analisis digital marketing agar mampu membuat laporan performa kampanye secara mandiri dalam tiga bulan.” Tujuan tersebut lebih jelas dibandingkan hanya menuliskan “meningkatkan kemampuan digital marketing”.
3. Tentukan Aktivitas Pengembangan
Tahapan membuat rencana pengembangan tidak selalu harus berupa pelatihan formal. Beberapa metode pengembangan karyawan individu yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Pelatihan atau workshop.
- Mentoring dengan karyawan yang lebih berpengalaman.
- Coaching bersama atasan.
- Praktik langsung melalui project.
- Job shadowing.
- Self-learning melalui kursus atau materi pembelajaran.
- Penugasan baru yang berkaitan dengan kompetensi target.
Pendekatan ini membuat proses pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi dilanjutkan dengan penerapan langsung di pekerjaan.
4. Tentukan Timeline Pengembangan
Setiap rencana membutuhkan batas waktu agar perkembangannya dapat dipantau. Timeline dapat dibuat berdasarkan tingkat kesulitan kompetensi dan target yang ingin dicapai. Contoh sederhana:
| Target Pengembangan | Aktivitas | Timeline |
| Memahami dasar SEO | Mengikuti pelatihan SEO | Bulan 1 |
| Mampu melakukan keyword research | Praktik dan mentoring | Bulan 2 |
| Mampu membuat optimasi artikel | Project mandiri | Bulan 3 |
Struktur tersebut membuat template IDP karyawan lebih mudah dipantau karena setiap target memiliki aktivitas dan periode pencapaian yang jelas. Dari contoh individual development plan tersebut, terlihat bahwa setiap target pengembangan memiliki aktivitas dan waktu pencapaian yang jelas.
Komponen Individual Development Plan yang Perlu Dicantumkan
Agar rencana pengembangan tidak terlalu umum, terdapat beberapa komponen individual development plan yang sebaiknya diperhatikan dalam format development plan yang digunakan.
Tujuan Pengembangan
Bagian ini menjelaskan kemampuan atau pencapaian yang ingin diperoleh karyawan.
Kompetensi yang Dikembangkan
Tuliskan kompetensi secara spesifik, misalnya komunikasi, leadership, data analysis, SEO, digital advertising, atau kemampuan teknis tertentu.
Aktivitas Pengembangan
Berisi kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, seperti training, coaching, mentoring, project, atau self-learning.
Sumber Daya yang Dibutuhkan
Bagian ini dapat mencakup mentor, trainer, platform pembelajaran, perangkat kerja, maupun dukungan dari perusahaan.
Timeline
Tentukan kapan aktivitas dimulai, target penyelesaian, dan waktu evaluasi.
Indikator Keberhasilan
Indikator digunakan untuk mengetahui apakah tujuan pengembangan telah tercapai. Indikator dapat berupa peningkatan kemampuan, hasil project, sertifikasi, pencapaian target kerja, atau hasil evaluasi.
Evaluasi
Rencana perlu ditinjau secara berkala untuk mengetahui progres dan menentukan apakah terdapat perubahan yang diperlukan.
Dengan komponen tersebut, contoh rencana pengembangan karyawan dapat dibuat lebih terukur dan tidak hanya menjadi dokumen administratif. Berikut contoh individual development plan sederhana yang dapat digunakan sebagai gambaran dalam menyusun rencana pengembangan berdasarkan posisi dan kompetensi tertentu.
Contoh Individual Development Plan untuk Karyawan
Sebagai gambaran, berikut dua contoh template IDP karyawan untuk posisi yang berbeda.
Contoh 1: Digital Marketing Staff
| Komponen | Contoh Isi |
| Posisi | Digital Marketing Staff |
| Kompetensi target | SEO dan analisis performa konten |
| Tujuan | Mampu melakukan optimasi dan mengevaluasi performa artikel |
| Aktivitas | Pelatihan SEO, praktik keyword research, dan project optimasi artikel |
| Dukungan | Mentor dan akses platform pembelajaran |
| Timeline | 3 bulan |
| Indikator keberhasilan | Mampu membuat optimasi artikel dan menyusun laporan performa |
| Evaluasi | Review bersama supervisor setiap bulan |
Contoh individual development plan untuk Digital Marketing Staff tersebut dapat disesuaikan kembali berdasarkan tingkat kemampuan dan kebutuhan pekerjaan karyawan. Selain bidang digital marketing, contoh individual development plan juga dapat diterapkan pada fungsi HR dan People Development.
Contoh 2: HR Staff / People Development
| Komponen | Contoh Isi |
| Posisi | HR Staff / People Development |
| Kompetensi target | Kemampuan menyusun program pelatihan dan analisis kebutuhan pengembangan |
| Tujuan | Mampu merancang rencana pengembangan karyawan berbasis data assessment |
| Aktivitas | Pelatihan need analysis, mentoring dari HR Manager, praktik menyusun IDP tim kecil |
| Dukungan | Mentor internal dan akses tools assessment kompetensi |
| Timeline | 4 bulan |
| Indikator keberhasilan | Berhasil menyusun dan mempresentasikan IDP untuk satu tim kerja |
| Evaluasi | Review bersama HR Manager setiap dua bulan |
Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa IDP dapat dibuat sederhana selama hubungan antara kondisi saat ini, tujuan, aktivitas, dan indikator keberhasilan terlihat jelas — meskipun posisi dan kompetensi targetnya berbeda.
Bagi perusahaan, format seperti ini juga memudahkan HR dan manajer melakukan monitoring terhadap perkembangan setiap karyawan tanpa menghilangkan kebutuhan individual masing-masing. Kedua contoh individual development plan tersebut menunjukkan bahwa format IDP dapat disesuaikan dengan tujuan pengembangan dan tanggung jawab masing-masing posisi.
Strategi Pengembangan Individu Karyawan melalui IDP
Setiap contoh individual development plan yang baik tidak berhenti pada penyusunan target dan aktivitas. Agar rencana tersebut memberikan hasil, perusahaan perlu memastikan bahwa pengembangan yang dilakukan benar-benar berkaitan dengan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan kompetensi karyawan.
Menyesuaikan Pengembangan dengan Kebutuhan Individu
Strategi pengembangan individu karyawan sebaiknya tidak dibuat dengan pendekatan yang sepenuhnya sama untuk semua orang. Misalnya, dua karyawan customer service bisa memiliki tujuan pengembangan berbeda — satu perlu meningkatkan kemampuan handling komplain, sementara yang lain lebih membutuhkan kemampuan analisis data kepuasan pelanggan. Dalam penerapannya, contoh individual development plan perlu dikembangkan berdasarkan kebutuhan individu agar aktivitas pengembangan tidak sekadar menjadi formalitas.
Menggabungkan Pelatihan dengan Praktik
Pelatihan dapat menjadi bagian penting dari pengembangan kompetensi, tetapi penerapannya perlu diperhatikan. Kompetensi baru akan lebih mudah berkembang ketika karyawan memiliki kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, misalnya melalui project nyata setelah pelatihan.
Melibatkan Atasan atau Mentor
Atasan dan mentor dapat membantu karyawan memahami progres serta memberikan feedback selama proses pengembangan berlangsung. Jika terdapat hambatan, rencana pengembangan dapat disesuaikan tanpa harus menunggu sampai periode IDP selesai.
Indikator Keberhasilan IDP Karyawan
Salah satu bagian penting dalam IDP adalah indikator keberhasilan IDP karyawan. Tanpa indikator yang jelas, perusahaan akan kesulitan menentukan apakah aktivitas pengembangan telah memberikan hasil sesuai tujuan. Contohnya:
- Karyawan mampu menyelesaikan tugas tertentu secara mandiri.
- Karyawan mampu menggunakan tools yang sebelumnya belum dikuasai.
- Terdapat peningkatan kualitas hasil kerja.
- Karyawan mampu menerapkan keterampilan baru dalam project.
- Target pekerjaan yang berkaitan dengan kompetensi tersebut tercapai.
- Karyawan memperoleh sertifikasi atau menyelesaikan program pembelajaran tertentu.
- Atasan atau mentor memberikan penilaian positif berdasarkan hasil penerapan kompetensi.
Indikator tidak harus selalu berupa angka. Untuk kompetensi tertentu, perubahan perilaku atau peningkatan kualitas pekerjaan juga dapat menjadi indikator yang relevan.
Evaluasi Rencana Pengembangan Individu
Setelah IDP berjalan, tahap berikutnya adalah melakukan evaluasi rencana pengembangan individu. Evaluasi bertujuan melihat apakah aktivitas yang dilakukan sudah membantu karyawan mendekati target pengembangan, dan dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap bulan atau setiap tiga bulan. WEF memperkirakan sekitar 39% kompetensi inti pekerja akan berubah atau menjadi usang hingga 2030. Skill yang menonjol mencakup AI dan big data, technological literacy, analytical thinking, resilience, flexibility, agility, serta curiosity and lifelong learning.
Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan dalam evaluasi antara lain:
- Apakah aktivitas pengembangan sudah dilakukan sesuai rencana?
- Kompetensi apa yang sudah mengalami perkembangan?
- Apakah terdapat hambatan selama proses pengembangan?
- Apakah aktivitas yang dipilih masih relevan?
- Apakah indikator keberhasilan sudah tercapai?
- Apa langkah pengembangan berikutnya?
Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mempertahankan, mengubah, atau menambah aktivitas pengembangan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyusun IDP
Meskipun terlihat sederhana, terdapat beberapa hal yang dapat membuat IDP kurang efektif.
Tujuan Terlalu Umum
“Menjadi lebih baik dalam digital marketing” merupakan tujuan yang terlalu luas. Akan lebih mudah dievaluasi jika tujuan diarahkan pada kompetensi tertentu, seperti SEO, content marketing, atau digital advertising.
Hanya Berisi Daftar Pelatihan
IDP bukan sekadar daftar kursus yang harus diikuti. Pelatihan perlu dikaitkan dengan kompetensi dan tujuan pengembangan yang ingin dicapai.
Tidak Memiliki Indikator Keberhasilan
Tanpa indikator, proses evaluasi menjadi kurang jelas. Karyawan dan perusahaan dapat kesulitan menentukan apakah target pengembangan sudah tercapai.
Tidak Dilakukan Review
Rencana pengembangan dapat berubah mengikuti kebutuhan pekerjaan. Karena itu, IDP sebaiknya ditinjau secara berkala agar tetap relevan.
Tidak Sesuai dengan Tujuan Karier
Pengembangan kompetensi sebaiknya memiliki hubungan dengan pekerjaan atau arah karier karyawan. Jika tidak, aktivitas yang dilakukan berisiko kurang memberikan manfaat terhadap perkembangan profesional.
Dengan menghindari beberapa kesalahan tersebut, panduan membuat employee development plan dapat diterapkan secara lebih terarah dan mudah dievaluasi. Agar lebih mudah dipahami, beberapa pertanyaan berikut melengkapi pembahasan contoh individual development plan dan penerapannya dalam pengembangan karyawan.
Kesimpulan
Contoh individual development plan menunjukkan bahwa pengembangan karyawan dapat dilakukan secara lebih terarah ketika tujuan, kompetensi, aktivitas, timeline, dan indikator keberhasilan disusun dengan jelas.
IDP bukan sekadar dokumen administratif atau daftar pelatihan. Rencana ini dapat menjadi panduan bagi karyawan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membantu perusahaan menyelaraskan kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi.
Prosesnya dapat dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, menentukan tujuan, memilih metode pengembangan yang sesuai, hingga melakukan evaluasi secara berkala. Dengan pendekatan tersebut, contoh IDP karyawan dapat disesuaikan dengan posisi, kompetensi, dan arah karier masing-masing individu.
Tentang Argia Academy
Argia Academy merupakan lembaga pelatihan yang menyediakan program pendidikan dan pelatihan di bidang teknologi dan digital marketing, termasuk corporate training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Program yang tersedia mencakup AI, digital marketing, content creator, digital advertising, SEO, dan berbagai keterampilan digital lainnya.
Pendekatan pelatihannya juga dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil peserta. Untuk kebutuhan perusahaan, Argia Academy menyediakan Corporate Training & In-House Training dengan materi yang dapat dikustomisasi berdasarkan kebutuhan organisasi. Jika hasil evaluasi IDP menunjukkan bahwa karyawan membutuhkan peningkatan kompetensi digital, pelatihan yang relevan dapat menjadi salah satu aktivitas pengembangan dalam rencana tersebut.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan Individual Development Plan?
Sebuah contoh individual development plan pada dasarnya adalah rencana pengembangan individu yang membantu karyawan menentukan kompetensi, keterampilan, pengetahuan, serta pengalaman yang perlu dikembangkan untuk mendukung pekerjaan dan tujuan karier.
2. Apa tujuan individual development plan bagi karyawan?
Tujuannya adalah memberikan arah pengembangan yang lebih jelas. IDP membantu karyawan mengetahui kompetensi yang perlu ditingkatkan, aktivitas yang dapat dilakukan, serta indikator yang digunakan untuk melihat perkembangannya.
3. Apa saja komponen individual development plan?
Komponen yang umum digunakan meliputi tujuan pengembangan, kompetensi yang ingin dikembangkan, aktivitas pengembangan, sumber daya atau dukungan yang dibutuhkan, timeline, indikator keberhasilan, dan metode evaluasi.
4. Apakah IDP hanya berisi rencana pelatihan?
Tidak. Pelatihan hanya salah satu metode pengembangan. IDP dapat mencakup mentoring, coaching, project, praktik langsung, job shadowing, self-learning, maupun penugasan baru yang membantu karyawan mengembangkan kompetensi tertentu.
5. Bagaimana cara membuat IDP karyawan?
Mulailah dengan mengidentifikasi kompetensi saat ini, menentukan tujuan pengembangan, memilih aktivitas yang sesuai, menetapkan timeline, menentukan indikator keberhasilan, kemudian melakukan evaluasi secara berkala.
6. Siapa yang bertanggung jawab membuat IDP?
IDP idealnya disusun melalui kolaborasi antara karyawan dan pihak yang relevan, seperti atasan, supervisor, HR, atau tim Learning & Development. Karyawan memahami kebutuhan pengembangan dirinya, sedangkan perusahaan dapat memberikan arahan dan dukungan yang sesuai.
7. Seberapa sering IDP perlu dievaluasi?
Tidak ada satu periode yang berlaku untuk semua organisasi. Evaluasi dapat dilakukan secara berkala sesuai durasi dan kompleksitas rencana, misalnya setiap bulan atau setiap beberapa bulan. Yang terpenting adalah memastikan perkembangan tetap dipantau dan rencana dapat disesuaikan ketika kebutuhan berubah.


