Materi training perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program pelatihan karyawan. Materi yang hanya berisi teori tanpa mempertimbangkan kebutuhan pekerjaan dapat membuat peserta kesulitan menerapkan pembelajaran setelah training selesai. Karena itu, materi perlu dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan dan tujuan program yang ingin dicapai.
Bagi HR, HRD, dan Learning & Development, penyusunan materi pelatihan karyawan perlu dimulai dari kebutuhan yang jelas. Perusahaan perlu mengetahui kompetensi apa yang ingin dikembangkan, siapa peserta training, serta kemampuan apa yang diharapkan setelah program selesai. Dengan perencanaan yang tepat, materi training perusahaan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kemampuan karyawan.
Hal ini semakin penting ketika perusahaan ingin meningkatkan kompetensi digital karyawan. Misalnya, kebutuhan terhadap kemampuan menggunakan AI, digital marketing, SEO, content creation, atau digital advertising tidak cukup dijawab dengan materi yang bersifat umum. Materi perlu disesuaikan dengan level peserta, pekerjaan, dan tujuan organisasi agar pembelajaran dapat diterapkan secara langsung.
WEF memperkirakan 39% keterampilan inti pekerja akan berubah hingga 2030. Dalam survei terhadap lebih dari 1.000 perusahaan yang mewakili lebih dari 14 juta pekerja, 50% tenaga kerja dilaporkan telah menyelesaikan pelatihan sebagai bagian dari strategi pembelajaran jangka panjang, meningkat dari 41% pada 2023. WEF juga memperkirakan 59 dari setiap 100 pekerja membutuhkan reskilling atau upskilling hingga 2030.
Lalu, bagaimana cara menentukan materi training perusahaan yang tepat sekaligus menyusun program training perusahaan yang benar-benar efektif?
Table of Content
ToggleIngin Membangun Tim yang Lebih Kompeten?
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan pengembangan yang berbeda. Argia Academy membantu Anda merancang program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan tim dan tujuan perusahaan.
Apa Itu Materi Training Perusahaan?
Materi training perusahaan adalah rangkaian bahan pembelajaran yang digunakan dalam program pelatihan untuk membantu karyawan memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau kompetensi tertentu yang dibutuhkan dalam pekerjaan.
Materi tersebut dapat berbentuk presentasi, modul, studi kasus, latihan, simulasi, worksheet, maupun project yang dikerjakan selama pelatihan. Bentuknya dapat berbeda tergantung tujuan pembelajaran karyawan, karakter peserta, serta kompetensi yang ingin dicapai.
Sebagai contoh, perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan digital marketing timnya mungkin membutuhkan materi tentang SEO, content marketing, social media marketing, digital advertising, hingga analisis performa kampanye. Sementara itu, perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas melalui AI dapat membutuhkan materi seperti penggunaan AI untuk riset, pembuatan konten, analisis data, maupun otomatisasi pekerjaan tertentu.
Argia Academy sendiri menyediakan program corporate training AI dan digital marketing yang dapat dikustomisasi berdasarkan kebutuhan perusahaan, termasuk pelatihan AI, digital marketing, content creator, digital advertising, SEO, dan berbagai keterampilan digital lainnya.
Dalam Future of Jobs Report 2025, 77% pemberi kerja menyatakan akan melakukan upskilling terhadap tenaga kerjanya sebagai respons terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis. Selain itu, 85% perusahaan berencana memprioritaskan upskilling tenaga kerja.
Materi Training Harus Berkaitan dengan Kebutuhan Pekerjaan
Materi training perusahaan sebaiknya tidak dibuat hanya karena suatu topik sedang populer. Hal yang lebih penting adalah memastikan isi pelatihan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan kompetensi dan pekerjaan peserta.
Misalnya, perusahaan memiliki tim marketing yang perlu meningkatkan kemampuan menghasilkan konten menggunakan AI. Materi dapat diarahkan pada penggunaan AI untuk riset ide, pembuatan content plan, copywriting, hingga evaluasi performa konten.
Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mengetahui konsep, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran dengan aktivitas kerja sehari-hari. Materi training perusahaan yang relevan pada akhirnya dapat membantu program pelatihan menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Materi Training Tidak Harus Sama untuk Semua Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kondisi yang berbeda. Bahkan dalam satu perusahaan, kebutuhan antara tim marketing, sales, HR, dan manajemen dapat berbeda pula.
Karena itu, desain pelatihan karyawan sebaiknya mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:
- posisi dan tanggung jawab peserta;
- tingkat kemampuan awal;
- kebutuhan kompetensi;
- masalah yang ingin diselesaikan;
- tujuan program;
- tools yang digunakan dalam pekerjaan; dan
- hasil yang ingin dicapai setelah training.
Pendekatan tersebut membuat materi lebih relevan dan membantu perusahaan menghindari program pelatihan yang terlalu umum. Argia Academy juga menerapkan pendekatan custom training di mana materi corporate workshop dapat disesuaikan dengan tujuan kegiatan, profil peserta, serta target organisasi.
Cara Menyusun Materi Training Perusahaan yang Efektif
Setelah memahami apa itu materi training perusahaan, langkah berikutnya adalah menyusunnya menjadi program yang memiliki alur pembelajaran jelas. Cara menyusun program pelatihan karyawan yang efektif perlu mempertimbangkan kebutuhan perusahaan sekaligus kondisi peserta agar materi tidak terlalu umum atau justru terlalu sulit untuk diterapkan. Hal ini penting untuk meningkatkan Efektivitas pembelajaran karyawan, sehingga materi yang diberikan tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Data ATD untuk 2024 menunjukkan rata-rata jam pembelajaran formal yang digunakan per karyawan turun menjadi 13,7 jam dari 17,4 jam pada 2023. Namun, rata-rata pengeluaran langsung mencapai sekitar 1.054 dolar AS per karyawan, sementara investasi pelatihan mencapai 2,9% dari pendapatan—rasio tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Tingkatkan Kompetensi Tim Bersama Argia Academy
Butuh program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan? Konsultasikan kebutuhan training tim Anda bersama tim Argia Academy .
Diskusikan kebutuhan pelatihan, materi, hingga program training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
1. Melakukan Identifikasi Kebutuhan Kompetensi
Tahap awal dalam perencanaan program training adalah memahami kebutuhan kompetensi yang ingin dikembangkan. HR atau Learning & Development dapat melihat kebutuhan dari target bisnis, perubahan pekerjaan, evaluasi kinerja, maupun kesenjangan kemampuan karyawan.
Misalnya, perusahaan ingin meningkatkan produktivitas tim menggunakan AI. Kebutuhannya bukan sekadar “belajar AI”, tetapi dapat berupa kemampuan menggunakan AI untuk mempercepat riset, membuat konten, mengolah informasi, atau membantu pekerjaan administratif. Proses Identifikasi kebutuhan kompetensi membantu perusahaan menentukan materi yang benar-benar relevan dengan pekerjaan.
2. Menentukan Sasaran Pelatihan Karyawan
Setelah kebutuhan diketahui, tentukan siapa yang akan mengikuti program. Sasaran pelatihan karyawan dapat dibedakan berdasarkan posisi, pengalaman, tanggung jawab, maupun kemampuan awal.
Sebagai contoh, materi AI untuk karyawan pemula tentu berbeda dengan materi untuk tim yang sudah terbiasa menggunakan berbagai tools AI. Penentuan sasaran juga membantu trainer mengatur tingkat kedalaman materi, sehingga peserta tidak mendapatkan materi yang terlalu dasar atau terlalu kompleks.
3. Menetapkan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan isi materi dan aktivitas training. Tujuan sebaiknya menggambarkan kemampuan yang ingin dicapai, bukan sekadar daftar topik yang akan dibahas.
Contohnya, daripada menetapkan tujuan “memahami AI”, perusahaan dapat membuat tujuan yang lebih spesifik seperti:
Peserta mampu menggunakan AI untuk menyusun ide dan content plan berdasarkan kebutuhan bisnis.
Tujuan seperti ini lebih mudah diterjemahkan menjadi materi, latihan, dan evaluasi dibandingkan tujuan yang terlalu umum.
4. Menentukan Kompetensi Target Karyawan
Setelah tujuan pembelajaran ditentukan, perusahaan perlu menetapkan kompetensi target karyawan — dapat berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, maupun kemampuan menerapkan suatu metode atau tools dalam pekerjaan.
Misalnya, jika perusahaan ingin meningkatkan kompetensi digital tim marketing, kompetensi yang ditargetkan dapat mencakup:
- memahami dasar digital marketing;
- melakukan keyword research;
- menyusun strategi konten;
- menggunakan tools AI untuk mendukung pekerjaan;
- membuat dan mengoptimalkan kampanye digital; atau
- membaca data performa pemasaran.
5. Menentukan Topik dan Urutan Materi
Setelah kompetensi target ditetapkan, susun topik berdasarkan tingkat kebutuhan dan urutan pembelajaran. Untuk program digital marketing, misalnya, peserta dapat mempelajari konsep dasar terlebih dahulu sebelum masuk ke praktik menggunakan tools atau menganalisis data.
Urutan materi yang sistematis membantu peserta membangun pemahaman secara bertahap. Inilah salah satu bagian penting dalam kurikulum pelatihan perusahaan.
6. Memilih Metode Pembelajaran Karyawan yang Efektif
Materi yang baik perlu didukung metode pembelajaran karyawan dan metode training efektif yang sesuai. Tidak semua kompetensi efektif dipelajari melalui presentasi — beberapa kemampuan membutuhkan praktik langsung agar peserta dapat mencoba dan memahami penerapannya.
Untuk keterampilan digital, praktik langsung sering kali menjadi bagian penting karena peserta perlu mencoba tools dan menyelesaikan tugas yang menyerupai pekerjaan sebenarnya. Karena itu, komposisi antara teori dan praktik sebaiknya disesuaikan dengan kompetensi yang ingin dicapai, bukan dibuat sama untuk setiap jenis training. Argia Academy juga menekankan pembelajaran berbasis praktik dan project dalam program pelatihannya sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi memiliki pengalaman menerapkan materi.
7. Menyusun Materi ke dalam Modul Pembelajaran
Materi yang terlalu luas dapat membuat peserta kesulitan mengikuti pembelajaran. Karena itu, materi sebaiknya dibagi menjadi beberapa modul pembelajaran karyawan yang masing-masing memiliki tujuan, materi inti, contoh, aktivitas, dan evaluasi.
Sebagai contoh, program training AI untuk tim marketing dapat dibagi menjadi modul:
- Pengenalan AI dan penerapannya dalam marketing
- Teknik menggunakan AI untuk riset
- Pembuatan ide dan content plan
- Copywriting dengan bantuan AI
- Pembuatan visual atau video
- Evaluasi dan optimasi hasil
Struktur seperti ini membuat materi training karyawan lebih mudah dipelajari dan memudahkan trainer menjaga alur pembelajaran.
Contoh Materi Training Perusahaan untuk Pengembangan Skill Digital
Kebutuhan terhadap keterampilan digital terus berkembang sehingga perusahaan perlu menyesuaikan materi pelatihan dengan kompetensi yang dibutuhkan setiap tim. Materi training perusahaan sebaiknya tidak dibuat seragam untuk semua peserta, tetapi disesuaikan dengan pekerjaan, tingkat kemampuan, dan tujuan pembelajaran.
Materi AI untuk Produktivitas Karyawan
Program dapat mencakup pengenalan AI generatif, teknik menyusun prompt, penggunaan AI untuk riset, pembuatan dokumen, analisis informasi, hingga penerapan AI dalam aktivitas kerja sehari-hari. Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing departemen sehingga peserta dapat mempraktikkan penggunaan AI pada pekerjaan yang relevan.
Materi Digital Marketing
Untuk tim marketing, materi pelatihan karyawan dapat mencakup SEO, content marketing, social media marketing, digital advertising, email marketing, dan analisis performa. Pemilihan topik sebaiknya mengikuti kebutuhan perusahaan karena tidak semua tim membutuhkan seluruh aspek digital marketing dalam satu program.
Materi Content Creation
Perusahaan yang memiliki kebutuhan produksi konten dapat memberikan materi mengenai content planning, copywriting, visual content, video content, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung proses produksi. Fokusnya bukan hanya membuat peserta memahami tools, tetapi juga membantu mereka menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Materi untuk Pengembangan Kompetensi Tim
Program training juga dapat diarahkan untuk mendukung strategi pengembangan kompetensi dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, materi menjadi bagian dari program pengembangan kemampuan karyawan secara berkelanjutan.
Perusahaan dapat menentukan kompetensi prioritas, kemudian menyusun rangkaian training berdasarkan tingkat kemampuan peserta. Dengan pendekatan tersebut, program training perusahaan dapat dikembangkan secara bertahap, mulai dari kemampuan dasar hingga kompetensi yang lebih kompleks.
Mengukur Efektivitas Materi Training Perusahaan
Menyusun materi saja belum cukup untuk memastikan program pelatihan berjalan sesuai tujuan. Perusahaan juga perlu mengetahui apakah peserta memahami materi, mampu menerapkannya, dan menunjukkan perubahan yang relevan setelah training.
Karena itu, evaluasi program training sebaiknya direncanakan sejak awal. Evaluasi dapat membantu perusahaan mengetahui apakah tujuan pembelajaran tercapai sekaligus menjadi dasar untuk memperbaiki program pelatihan berikutnya.
Salah satu kerangka evaluasi yang dapat digunakan dalam corporate training adalah Kirkpatrick Model. Kerangka ini membagi evaluasi pelatihan ke dalam empat level, yaitu reaksi peserta, hasil belajar, perubahan perilaku kerja, dan dampak terhadap organisasi atau bisnis.
Dengan evaluasi yang terstruktur, perusahaan tidak hanya melihat apakah peserta menyelesaikan training, tetapi juga dapat menilai hasil belajar karyawan, penerapan kompetensi, serta dampak pelatihan terhadap pekerjaan.
CDC mendefinisikan efektivitas pelatihan berdasarkan seberapa baik pelatihan membantu peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan serta menerapkannya di tempat kerja. CDC merekomendasikan evaluasi terhadap dua aspek: learning dan learning transfer. CDC juga menyarankan penggunaan pre-test dan post-test, serta evaluasi lanjutan setelah peserta kembali bekerja.
Mengukur Hasil Belajar Karyawan
Tahap pertama dapat dilakukan dengan melihat hasil belajar karyawan. Evaluasi ini bertujuan mengetahui apakah peserta memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang menjadi target pembelajaran. Metodenya dapat disesuaikan dengan karakter training, misalnya:
- pre-test dan post-test;
- tugas praktik;
- studi kasus;
- simulasi;
- project;
- presentasi hasil pekerjaan.
Untuk pelatihan digital, evaluasi berbasis praktik dapat memberikan gambaran yang lebih relevan dibandingkan hanya mengandalkan tes teori. Misalnya, setelah mengikuti training AI, peserta dapat diminta membuat workflow sederhana menggunakan AI untuk menyelesaikan salah satu pekerjaan mereka.
Melihat Peningkatan Skill Karyawan
Selain melihat hasil belajar, perusahaan perlu mengetahui apakah terjadi peningkatan skill karyawan setelah mengikuti training. Perbandingan dapat dilakukan dengan melihat kemampuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan indikator yang sesuai dengan tujuan program.
Sebagai contoh, jika training bertujuan meningkatkan kemampuan SEO, perusahaan dapat menilai kemampuan peserta dalam melakukan keyword research, menyusun content brief, mengoptimalkan artikel, hingga membaca data performa SEO. Indikator tersebut dapat memberikan gambaran apakah keterampilan yang menjadi target pelatihan benar-benar berkembang.
Mengamati Kinerja Setelah Pelatihan
Tahap berikutnya adalah mengamati kinerja setelah pelatihan untuk mengetahui apakah kompetensi yang dipelajari mulai diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Pengamatan dapat dilakukan berdasarkan aktivitas atau hasil kerja yang berkaitan langsung dengan tujuan training.
Perusahaan juga perlu membedakan antara peserta yang memahami materi dan peserta yang mampu menerapkannya. Pemahaman merupakan bagian dari hasil belajar karyawan, sedangkan penerapan menunjukkan bagaimana kompetensi tersebut digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Dengan melihat kedua aspek tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai efektivitas program dan menentukan apakah materi training perusahaan sudah sesuai dengan kebutuhan kompetensi karyawan.
Indikator Keberhasilan Training yang Dapat Digunakan
Tidak semua program training perlu menggunakan indikator yang sama. Indikator keberhasilan training harus mengikuti tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai. Berikut ringkasannya:

Feedback peserta sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan — evaluasi tetap perlu dikaitkan dengan hasil belajar dan penerapan kompetensi.
Menyesuaikan Materi dengan Kebutuhan Perusahaan
Salah satu prinsip penting dalam materi pelatihan karyawan adalah relevansi dengan kebutuhan perusahaan. Materi yang baik secara teori belum tentu sesuai untuk setiap organisasi. Karena itu, isi training perlu mempertimbangkan kompetensi yang dibutuhkan, tingkat kemampuan peserta, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Misalnya, perusahaan memiliki tim marketing dengan tingkat kemampuan digital yang berbeda-beda. Peserta pemula dapat mempelajari fundamental digital marketing terlebih dahulu, sedangkan peserta yang sudah berpengalaman dapat membutuhkan materi yang lebih mendalam, seperti optimasi campaign, analisis data, automation, atau pemanfaatan AI.
Dengan menyesuaikan materi training perusahaan berdasarkan kebutuhan tersebut, proses pembelajaran dapat menjadi lebih relevan dan mudah diterapkan dalam pekerjaan. Karena itu, manajemen program pelatihan perlu mempertimbangkan kondisi peserta dan kebutuhan organisasi secara menyeluruh.
Argia Academy menyediakan berbagai pilihan program, mulai dari kursus, workshop, corporate training, bootcamp, online class, hingga sertifikasi digital marketing BNSP. Program dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta sehingga perusahaan dapat menentukan topik, tingkat pembelajaran, dan bentuk pelatihan berdasarkan kebutuhan aktual, bukan menggunakan materi yang sama untuk semua kondisi.
Membangun Program Training Perusahaan yang Berkelanjutan
Materi training sebaiknya tidak dipandang sebagai aktivitas satu kali. Jika perusahaan ingin mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan, hasil evaluasi dari satu program dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pembelajaran berikutnya.
Misalnya, setelah training dasar AI, evaluasi menunjukkan bahwa peserta sudah memahami penggunaan tools tetapi masih kesulitan mengintegrasikannya ke workflow pekerjaan. Program lanjutan dapat diarahkan pada penerapan AI yang lebih spesifik sesuai fungsi atau departemen.
Dengan cara ini, dampak pelatihan karyawan dapat dikembangkan secara bertahap dan menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi perusahaan secara keseluruhan.
Kesimpulan
Materi training perusahaan perlu disusun berdasarkan kebutuhan kompetensi, sasaran peserta, dan tujuan pembelajaran yang jelas. Materi yang efektif bukan sekadar kumpulan teori, tetapi harus membantu peserta memperoleh kemampuan yang relevan dan dapat diterapkan dalam pekerjaan.
Prosesnya dapat dimulai dari Identifikasi kebutuhan kompetensi, menentukan tujuan pembelajaran, menyusun modul, memilih metode pembelajaran, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil training. Dengan materi dan metode yang relevan, program training perusahaan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan skill dan kompetensi karyawan secara berkelanjutan.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan materi training perusahaan?
Materi training perusahaan adalah bahan pembelajaran yang disusun untuk membantu karyawan memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau kompetensi yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Materi dapat berupa modul, presentasi, studi kasus, latihan, simulasi, hingga project.
2. Bagaimana cara menentukan materi training perusahaan yang tepat?
Mulailah dengan Identifikasi kebutuhan kompetensi, menentukan sasaran peserta, menetapkan tujuan pembelajaran, kemudian memilih topik dan metode yang sesuai. Materi juga perlu disesuaikan dengan tingkat kemampuan serta pekerjaan peserta.
3. Apa saja contoh materi pelatihan karyawan?
Contohnya dapat berupa materi digital marketing, SEO, social media marketing, content creation, digital advertising, penggunaan AI untuk produktivitas, hingga keterampilan digital lainnya. Topik sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan kompetensi perusahaan.
4. Bagaimana cara mengukur efektivitas materi training?
Efektivitas dapat dievaluasi melalui hasil belajar, tugas atau praktik, penerapan kompetensi dalam pekerjaan, perubahan kinerja, dan feedback peserta. Indikator harus disesuaikan dengan tujuan masing-masing program.
5. Mengapa materi training perlu disesuaikan dengan kebutuhan karyawan?
Karena setiap peserta dapat memiliki posisi, tingkat kemampuan, tanggung jawab, dan kebutuhan kompetensi yang berbeda. Materi yang relevan membuat pembelajaran lebih terarah dan lebih mudah diterapkan dalam pekerjaan.
6. Apa hubungan materi training dengan peningkatan kinerja karyawan?
Materi yang sesuai dapat membantu karyawan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Setelah training, penerapan kompetensi tersebut dapat diamati untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pada proses maupun hasil kerja.
7. Bagaimana cara menentukan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan?.
Program pelatihan sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kompetensi yang ingin ditingkatkan. Perusahaan dapat memulainya dengan melakukan analisis kebutuhan training, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi karyawan, menentukan tujuan pembelajaran, lalu memilih materi dan metode pelatihan yang paling relevan. Dengan pendekatan ini, program training menjadi lebih tepat sasaran dan dapat memberikan dampak yang lebih terukur bagi perusahaan.
Siap Meningkatkan Kompetensi Tim Anda?
Konsultasikan kebutuhan pelatihan perusahaan Anda bersama Argia Academy. Dapatkan program training yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan tantangan perusahaan Anda.


